03/02/14

Selama Matahari Tetap Setia, Biarlah Aku Tetap Miskin Saja

Ketika petaka datang mengorek luka
mereka teriak menggelar ribuan kata-kata
menelanjangi luka dengan khazanah mantra-mantra
demi membela gagasan, kepentingan dan ide para kuasa

Tapi kini, saat petaka datang mengusung dusta
mereka bungkam seribu kata
padahal merekalah pemilik kata-kata
namun ancaman miskin membuat mereka tak berani bicara

Mungkin mereka bisu melahirkan kata
Karena takut mati ditinggal dunia kata-kata
Mungkin mereka kelu berkata-kata
Karena cangkul mereka, hanya menyusun kata-kata

Aku curiga selama ini mereka palsu melahirkan kata
karena kata-kata mereka hanyalah titipan belaka
lembaran makalah, edisi majalah, sajak, atau lampiran berita
kini semakin sepi menyanyikan peristiwa hakiki dan nyata

Lalu, masihkah mereka mendaku ingin berjuang menuju merdeka?
bila perjuangan mereka tanpa nilai tanpa rasa bangsa
karena mereka tenggalam dalam kucuran modal dan kuasa

Aku bersumpah atas nama apa dan siapa saja!
tak akan pernah mau bersama mereka yang terhina
yang hanya bisa mangap menganga membuka mulut untuk penguasa
lalu tampil di hadapan para pembaca
dengan menyeret catatan kaki dan katanya-katanya
tapi tetap bisu dan bungkam saat dusta sedang meraja

Aku bersumpah atas nama apa dan siapa saja!
selama Matahari tetap setia,
biarlah aku tetap miskin Saja



Abdullah Wong
kapan saja, dimana saja

09/12/13

Al-Fiyah dalam Mukadimah


Berkatalah Muhammad si putra Maliki,
Betapa Tuhanku Dzat terindah Yang Maha Memiliki

Shalawat hanya tertuju pada Nabi yang mushtofa
dan segenap keluarga yang sempurna lagi mulia

06/12/13

Mimpi Sang Nabi

Guru, aku hendak bercerita padamu tentang mimpiku
Ceritakanlah padaku, karena hanya aku yang bisa mengerti mimpi murid-muirdku

Mimpiku semalam bertemu dengan sang nabi
Bagaimana kamu yakinbila dalam mimpimu itu adalah nabi