30/01/10

Tak Sekadar Pelita

Langkah kaki ini kian jauh tinggalkan Jejak-jejak bisu yang tak cukup dimaknai atau dipahami
Begitu terjal dan berliku jalan yang telah kulalui
Sementara dirimu, menjadi pelita dan cahaya
Dalam kegelapan perjalananku menempuh langkahku

14/01/10

KITAB TEKA TEKI SILANG


Sekali Lagi Teka Teki Silang


Aku punya kawan yang beribadah sebagai sopir pribadi. Sebut saja namanya Yudhi. Memang namanya Yudhi! Sebagai sopir, ia bertugas mengantar kemana pun si bos pergi. Hal menarik dari dia adalah ritual yang ia lakukan ketika menunggu sang juragan. Ritual yang selalu dilalui dalam masa penantian itu adalah mengisi Teka Teki Silang. “Ah, daripada bengong nungguin,” katanya berkilah.

06/01/10

Menulis dan Merasakan

Teruslah berdusta, sampai engkau muak. Berjanjilah..,” demikian kata Iwan Fals.

Sejak kapan tradisi menulis muncul? Tentu sejak ada kesepakatan manusia untuk menggunakan kalimat dan huruf yang menjelma dalam bahasa. Sejak kapan bahasa digunakan manusia? Ya sejak manusia mengada di semesta ini. Berbahasa adalah berpikir, menyampaikan gagasan, hingga menceritakan hal-hal yang sangat personal dialami. Bahasa bisa digunakan dengan lisan dan simbol. Di antara yang simbol itu bukan hanya pada rambu-rambu lalu lintas, tapi juga tulisan.

SUSU HALAL dan SUSU HARAM

SEORANG kawan pernah bertanya kenapa anak-anak menjadi nakal bahkan berani kepada orang tua. Padahal secara materi, anak-anak itu mendapat cukup fasilitas. Pendidikan tinggi, kendaraan yang bagus, hingga uang jajan yang lebih dari cukup. Saya tak sempat menjawab, tapi kawanku itu kemudian melanjutkan sendiri dengan gumam yang diiringi desah nafas yang panjang. “Apakah ini semua karena harta yang aku berikan berasal dari jalan haram?”

Apakah susu dari hasil mencuri nilai gizinya dapat berkurang? Apakah vitamin yang ada dalam segelas susu atau sesendok madu akan hilang hanya karena mencuri? Pertanyaan ini mungkin memerlukan diskusi panjang.

Saya meyakini bahwa gizi atau vitamin dan semacamnya adalah di antara bagian dari keberkahan. Bila keberkahan (blessing) dapat disebut sebagai suatu energi, maka energi itu dapat turun pada bentuk kekuatan, kesehatan, semacam vitamin dan kandungan gizi. Mungkin susu halal dan haram yang diminum anak kita sama-sama memiliki kandungan gizi yang sama, tapi untuk soal keberkahan hanya susu halal yang diperoleh dengan jalan halal saja yang mempunyai keberkahan. Dari keberkahan itu melahirkan keselamatan dan kesalihan. Tentang keberkahan dan api neraka, menarik untuk dikaji adalah doa yang sunnah kita baca menjelang santap makan, “Ya Allah, berkahilah kami lalu rizki yang engkau berikan pada kami, dan lindungi kami dari apa neraka.